PENGANTAR ANTROPLOLOGI

BAB. I. PENGANTAR ANTROPLOLOGI
A. Pengertian Pengantar (Introduction, Inleiding, Prolog)
Pengantar berarti membawa ke tempat yang dituju (tujuan). Kata pengantar padanan kata: Introduction (Inggris) dan Inleiding (Belanda) yang artinya memperkenalkan sesuatu hal secara global/ menyeluruh/komprehensif, sehi- ngga mengetahui gambaran umum tentang sesuatu hal yang ingin dipelajari Misal: Anda mau bekerja di Kalimantan, apa yang anda ketahui sebelumnya tentang Kalimantan?, sehingga anda dapat mempersiapkan diri!. Begitu juga dengan mempelajari Pengantar Antropologi.
B. Antropologi
Kata Antropologi berasal dari bahasa Yunani/Latin dari kata: Antropho/Antrophos, yang artinya manusia padanan kata: Homo/Man) dan kata: logos/ logi/logie/logy yang berarti: teori atau ilmu.
Antropologi dapat dilihat dari berbagai objek/pespektif , yakni : dari filsafat (filsafat manusia), budaya (antropologi budaya), sosial (antro - antropologi sosial), anatomi tubuh(antropologi ragawi), sejarah(arkeologi), agama(antro- (antropologi agama), politik (antropologi politik), hukum (antrologi hukum).
Pengertian Antropologi dari para ahli, antara lain:
a). Ariyono Suyono (1985), antropologi adalah suatu ilmu yang berusaha
mendapat pengertian tentang makhluk manusia dengan mempelajari ane-
ka warna bentuk fisik, kepribadian, masyarakat serta kebudayaannya.
b). Grace de Laguna (1941) berpendapat, bahwa dari semua ilmu, antropo-
pologi adalah yang paling luas cakrawalanya. Antropologi tidak hanya
membongkar anggapan yang keliru mengenai superioritas ras dan kebu-
yaan , tetapi juga ketekunan dalam mempelajari semua bangsa tanpa
mempedulikan di mana dan bagaimana mereka itu hidup serta telah
memberikan lebih banyak kejelasan tentang sifat manusia dari pada se-
mua pemikiran para filsuf atau studi para ilmuwan di loboratorium.
C). Pengertian Manusia dari Para Ahli/Filsuf, diantaranya:
1. Man is animal rationalis (berakal), mind (budhi) : Aristoteles
2. Man is homo simbolicum (Erns Casirrer)
3. Man is homo educandum/economus/ludens/volens
4. Manusia adalah makhluk yang berjiwa (Plato)
5. Manusia adalah makhluk yang sempurna/istimewa, jika dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan Tuhan (agama).



Ilmu Atropologi dalam arti seluas-luasnya, mempelajari makhluk antropos atau manusia. Banyak ilmu lain yang mempelajari manusia dari sudut pan- dang yang berbeda. Menurut Koentaraningrat (1992) Antropologi memper- hatikan lima masalah mengenai makhluk manusia, yaitu:
a). Masalah sejarah terjadinya dan perkembangan manusia,sebagai makhluk
biologis,
b). Masalah sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia, dipandang
dari sudut ciri-ciri tubuhnya,
c). Masalah persebaran terjadinya aneka warna bahasa yang diucapkan oleh
manusia seluruh dunia,
d). Masalah perkembangan, persebaran dan terjadinya aneka warna dari ke-
budayaan manusia seluruh dunia,
e). Masalah dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam kehi-
dupan masyarakat-masyarakat dan suku-suku bangsa yang tersebar di
seluruh muka bumi jaman sekarang ini.
Pengkhususan ke dalam lima (5) masalah/lapangan, ilmu antropologi me- ngenal juga lima (5) ilmu bagian-bagian antropologi, yakni:
a). Paleo-antropologi ) Keduanya disebut Antropologi Fisik dalam arti luas.
b). Antropologi Fisik )
c). Etnolinguistik) Ketiganya disebut Antropologi Budaya.
d). Prehistori )
e). Etnologi )
Yang dimaksud dengan :
- Paleo-antropologi adalah ilmu bagian yang meneliti soal asal-usul atau
soal terjadinya dan perekembangan makhluk, mempergunakan sisa tubuh
yang sudah membatu (fosil) sebagai objek penelitian, dari jaman dahulu
yang tersimpan dalam lapisan-lapisan bumi dan yang harus didapat oleh
si peneliti dengan menggunakan berbagai metod penelitian.
- Antropologi Fisik dalam arti khusus adalah bagian dari ilmu antropologi
yang mencoba mencapai suatu pengertian sejarah terjadinya aneka ma-
khluk manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuh manusia sebagai objek
penelitiannya. Manusia dapat digolongkan ke dalam kelompok tertentu
berdasarkan atas persamaan mengenai beberapa ciri-ciri tubuh (warna ku-
lit, warna dan bentuk rambut, bentuk muka, bentuk tengkorak, warna ma-
ta , bentuk hidung, tinggi dan bentuk tubuh), kelompok manusia dengan
ciri-ciri seperti ini di dalam ilmu antropologi disebut: Ras.
Sedangkan Antropologi Fisik dalam arti khusus atau somatologi.
- Etnolinguistik, adalah bagian yang erat dan bagian dari ilmu antropologi



dengan objek penelitian berupa, daftar kata-kata, lukisan-lukisan tentang
tata bahasa dari bahasa-bahasa lokal dari berbagai belahan bumi, berkum-
pul bersama-sama membentuk unsur budaya suatu bangsa.
- Prehistori, adalah bagian dari ilmu antropologi yang mempelajari sejarah
perkembangan dan persebaran (difusi) kebudayaan manusia dalan jaman
sebelum manusia mengenal huruf (sebelum sejarah/pra sejarah).
Jaman sesudahnya disebut dengan jaman sejarah (history), jaman manu-
sia sudah mengenal tulisan. Jaman Prehistory dipelajari oleh Sub ilmu
Prehistory (Pra Sejarah) sering disebut dengan Archeology (Arkeologi)
sedangkan jaman histori (jaman sejarah) dipelajari ole IlmuSejarah.
- Etnologi adalah ilmu bagian dari antropologi budaya yang mencoba me-
nulusuri asas-asas manusia dan dasar-dasar kebudayaan manusia, dengan
mempelajari kebudayaan dari masyarakat dan suku bangsa dari berbagai
belahan bumi. Kajian para ahli etnologi; yaitu;
a). Mempelajari pola-pola kelakuan (Mores),seperti adat istiadat perkawin-
an, struktur kekerabatan, sistem politik, ekonomi, agama. Tata/pola ke-
lakuan sebagai norma yang bersumber dari filsafat dan ajaran agama
yang dianut oleh suatu masyarakat. Tata kelakuan ini disatu pihak me-
maksakan suatu perbuatan dan dipihak lain melarang suatu perbuatan,
secara langsung merupakan suatu alat pengendalian sosial agar anggota
masyarakatnya menyesuaikan tindakan dan perbuatannya sesuai dengan
norma kelakuan yang berlaku.
b). Mempelajari dinamika kebudayaan, seperti perubahan dan perkembang-
an kebudayaan serta suatu kebudayaan mempengaruhi kebudayanaan
yang lainnya..
Sedangkan pengertian ilmu/ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengeta-
huan yang sejenis dan sudah memenuhi syarat-syarat, yakni mempunyai: objek, metode, logis, bersifat umum (universal),empiris serta hasilnya untuk kepentingan kemanusiaan maupun untuk kebahagiaan manusia (science for hapinness/science for ars).
C. Pengantar Antropologi adalah untuk mengetahui secara umum/global dan
komprehensif tentang manusia (tergantung dari objek formal/perspektifnya)
, antara lain antropologi hukum, psikiologi, pendidikan.
D. Peran dan fungsi Antropologi:
1. Berusaha menjelaskan tentang keadaan,inti, maksud dan tujuan dari bagi-
an-bagian yang penting dari antropologi, serta yang bertalian dengan yang
lainnya (deskripsi komprehensif).
2. Merupakan studi dasar/basic, pendahuluan dan pembukaan ke bagian le-
bih lanjut bersifat khusus (spesialis),misal untuk mempelajari antropologi
budaya/antropologi sosial terlebih dahulu harus mempelajari pengantar

antropologi budaya/pengantar antropologi sosial.
E. Tujuan Pembelajaran Pengantar Antroplogi untuk Prodi Ilmu Politik dan
Ilmu Komunikasi
1. Ingin mengetahui sistem sosial dari suatu masyarakat,sehingga dapat me-
milih jenis/tipe komunikasi yang paling tepat untuk diterapkan.
Misal: strategi yang tepat untuk digunakan pada tipe masyarakat patemba-
bayan (geissellshaft)/masyarakat kota maupun paguyuban (geimenschaft)/
masyarakat kota. Lihat konteks dan konten Komunikasi antar/lintas budaya.
2. Mengetahui sistem budaya dari suatu masyarakat
Dengan mengetahui sistem budaya dari suatu masyarakat, akan diketahui pula karakteristik budaya dan pandangan hidup masyarakat tersebut.
Misal: karakteristik budaya kota akan berbeda dengan budaya mayarakat
desa, sehingga kebijakan-kebijakan yang diterapkan harus berbeda pula
dan komunikasi antar/lintas budaya.
F. Antropologi Kajian Kelompok Ilmu-Ilmu Sosial (Social Scienses)
1). Menurut Filsafat maupun Harsya Bachtiar bahwa ilmu pengetahuan dapat
dikelompokan dalam:
a. Kelompok Ilmu-Ilmu Kealaman/Ilmu Exata (Natural Scienses yang terdi-
terdiri dari ilmu biologi, ilmu alam dan ilmu pasti.
b. Kelompok Ilmu-Ilmu Sosial (Sosial Scienses yang terdiri dari Ilmu- Ilmu
Sosial, diantaranya: Fisip, Hukum. Ekonomi.
c. Kelompok Studi Humaniora (Humanities Studies),diantaranya: agama, se-
ni, filsafat dan etika.
2) Secara umum dan konvesional serta ditinjau dari objeknya dikenal ada 4
kelompok ilmu pengetahuan, yakni:
a. Ilmu Matematika yang terdiri dari: aljabar, aritmate, stereometri, statistik,
geometri, kalkulus (Exata).
b. IPA terdiri dari: Biologi, fifika, kimia (Exata).
c. Kelompok Ilmu Sosial yang menyoroti prilaku manusia, seperti: ilmu po-
litik, ekonomi, psikologi, hukum, komunikasi, sosiologi, antropologi,
dan geografi (Non Exata/Ilmu Sosial).
d. Kelompok Ilmu Budaya/Ilmu Kemusiaan (Humaniora), terdiri dari: ilmu
bahasa, seni, agama dan filsafat.
Di lihat dari kelompok-kelompok ilmu ,antropologi termasuk manakah? .
G. Hubungan Antropologi dengan ilmu yang lain
Hubungan antropologi dengan ilmu yang lain sangat erat teruatama ilmu-
ilmu sosial dan humaniora. (Lihat Wiranata hal. 20-23). BAB. II. Batasan Materi Kajian
Antropologi ditinaju dari objeknya dapat dipelajari melalui berbagai pendekat-


an/persepektif, diataranya: pendekatan sejarah, pendekatan sistem sosial, sistem reiligi. Materi ajar Pengantar Antropologi dibatasi dalam ruang lingkup budaya (Antropologi Budaya).
Alasannya:
1. Karena mendapat materi ajar Pengantar Sosiologi dan Sistem Sosial
2. Memperdalam tentang budaya dan dinamikanya pada umumnya dan khususnya
dinamika kebudayaaan Indonesia.

BAB. III. Kebudayaanga, Perdaban, Kebiasaan dan Adat
A. Pengertian Kebudayaan
1. Secara Etimologis
a. Budaya berasal dari bahasa Latin dari kata: Colere, yang artinya mengo-
lah, padanan kata bahasa Inggris culture (budaya), cultural (kebudayaan),
kultuur/budaya, kultuural/kebudayaan (Jerman. Belanda).
b. Budaya berasal dari bahasa Sanskerta dari kata ke-budhi-daya-an, yang
berasal dari kata: Budayah dari kata jamak Buddhi yang berarti akal
atau hasil budi daya manusia dalam: cipta(filsafat,ilmu, pengetahuan dan
dan logika), rasa (estetis/estetika dan psikis/suasana kejiwaan), karsa (ke-
hendak, moral, etika dan hati nurani: nilai, norma dan moral) dan karya
manusia (aktivitas dan kreativitas). Lihat Hakekat Manusia Notonagoro.
2. Pendapat Para Ahli, antara lain:
a). Koentjaraningrat, kebudayaan adalah seluruh gagasan dan karya manu-
sia yang harus dibiasakan dengan belajar.
b). C.A Van Peuersen, kebudayaan adalah segala proses serta hasil endapan
kreatifitas manusia dalam segala aspek kehidupan manusia.
c). STA, kebudayaan adalah penjelmaan dan aktivitas budhi manusia.
d). Ilmu Pendidikan, kebudayaan adalah bukan hasil dari naluri (instink),
melainkan hasil proses belajar (learning proses) dalam arti yang sangat
luas, atau kebudayaan adalah sebagai sesuatu dari pikiran, kegiatan dan
hasil karya cipta manusia yang bersumber bukan dari naluri melainkan
dari hasil proses belajar. Mengapa coba jelaskan?, apa itu naluri/instink?.
Coba lihat definisi kebudayaan menurut pendapat yang lain: Klukhon
dan Kroeber, Toynbe. (lihat hal. 94-97. AB Wiranata).
3. Secara Sempit dan Luas
a). Secara Sempit, kebudayaan diartikan sepadan dengan kesenian, kebia-
saan dan adat (adat kebiasaan).
b). Secara Luas: kebudayaan meliputi segala aspek kehidupan manusia,
baik proses, aktivitas maupun hasil karyanya. Bagaimana dengan bu-
daya positif (konstruktif) dan budaya negatif (destruktif)?.

B. Pengertian Peradaban (Civilization)
Peradaban asal kata dari bahasa Arab dari kata: Adab yang artinya Kebudayaan
Tinggi, yang merupakan padanan kata Civillization (Inggris), yang berasal dari
kata Civita (Latin) yang artinya: halus (refined), sopan dan manusiawi.
Dalam perkembangannya Peradaban mempunyai pengertian antara lain:
1). Peradaban identik dengan tingkatan berpikir, misal: Orang modern berpera-
daban tinggi, sedang orang primitif berperadaban rendah. ( IBD: A. Kadir).
2). Peradaban sama dengan Kebudayaan Ekspresif (Kebudayaan Halus : STA)
Misal: mengayau adalah tindakan yang tak beradab (biadab).
3). Peradaban diartikan sebagai rancang bangun, rekayasa, disain, maket, kon-
sep tentang bangunan, pesawat, jembatan maupun candi.
Misal: Candi Prambanan dan Borobudur merupakan hasil peradaban kuno
bangsa Indonesia yang tinggi.
Kebudayaan cakupannya lebih luas/umun, mencakup kebudayan ekspresif dan
kebudayaan progresif serta meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.
Peradaban adalah bagian dari kebudayaan, khusus kebudayaan ekspresif.
C. Pengertian Kebiasaan (Folk Ways/Usualy/Convention) dan Adat
(Customs)
1). Pengertian Kebiasaan (Folk Ways/Usualy/Habit)
Kebiasaan merupakan cara-cara bertindak yang digemari oleh masyarakat,
Sehingga dilakukan berulang-ulang oleh banyak orang (masyrakat). Folk
ways mempunyai sifat mengikat yang lebih besar/kuat dari pada cara (usage)
Misal: memberi salam jika bertemu dengan orang dan membungkukan ba-
dan sebagai penghormatan kepada orang yang lebih tua. Jika tidak dilakukan,
maka dianggap sutau penyimpangan (anomali) terhadap kebiasaan umum
dan masyarakat. Sanksinya berupa teguran, sindiran atau gunjingan.
2). Pengertian Adat/Adat-Istiadat (Costums)
Adat adalah norma yang tidak terulis namun mempunyai daya penpengikat sa-
ngat kuat, sehingga masyarakat yang melanggarnya akan diberi sanksi yang
berat, yang berkibat penderitaan.
Adat adalah norma atau aturan-aturan, kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh dan
terbentuk dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan
dijunjung serta dipatuhi oleh masyarakat pendukungnya. Misal: sanksi bagi
orang yang berzinah, adalah diikat di tengah lapang,yang kemudian dilempari
batu hingga mati (hukum ranjab/hukum Musa). Coba lihat hukum adat/agama
di NAD!.
Sanksi atas pelanggaran terhadap adat-istiadat dapat berupa pengasingan/pe-
ngucilan, dikeluarkan dari masyarakat atau harus melakukan dan melalui upa-
cara-upacara tertentu menurut ketentuan adat. Misal: di masyarakat Brazil

anak yang menjelang dewasa (laki-laki) harus melakukan upacara, yakni ke-
kedua tangannya diikat dan kemudian dimasukkan ke sebuah keranjang yang
berisi semut api selama satu hari, sedang untuk yang perempuan rambutnya
dicabuti sampai habis oleh teman-temannya yang lebih tua.
Adat di sini sudah menjadi/berupa suatu institusi atau lembaga, yang biasanya
dipimpin oleh kepala/ketua adat atau kepala suku, sebagai orang yang diberi ke-
kuasaan dan mandat untuk melakasanakan adat-istiadat masyarakatnya.Selain itu
masih ada tokoh adat yang selalu mengkrirtisi tentang seluk-beluk keberadaan
dan pelaksanaan adat di masyarakatnya.
Kebiasaan dan adat tidak sama dengan kebudayaan, tetapi merupakan bagian
dari kebudayaan.
BAB. IV. Manusia Makhluk Budaya
A. Alasan Manusia sebagai Makhluk Budaya
1. Manusia adalah makhluk yang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan
binatang, menurut agama manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sem-
sempurna (ada setan dan malaikat) dan bahkan sebagai khalifah di bumi.
2. Manusia mempunyai budhi (mind), karena sebagai makhluk yang berjiwa
(ruh, soul, spirit. Idea) yang merupakan ciri pembeda yang esensial dengan
binatang.
Antara manusia dan binatang adalah makhluk yang sama-sama mempunyai
nafsu (kehendak/libido/syahwat) dan naluri (instink). Coba jelaskan apa
yang dimaksud dengan nafsu/libido/syahwat itu?.
Bagaimana perbedaan antara manusia dalam mengelola nafsu dan instink-
nya?.
B. Ciri Pembeda Manusia dengan Binatang
1. Manusia adalah makhluk yang mempunyai kesadaran diri (self consis-
ness) dan mengenali dirinya sendiri (gnothi seuthon : Aristoteles, ken
uzelf : Grot, himself, mulat sariro)
2. Manusia adalah makhluk yang selalu ingin berkembang/dinamis/menja-
di/menuju/becoming ke tataran yang lebih baik dan sempurna (lihat tuju-
an dari pendidikan).
3. Manusia menurut Drijarkoro, adalah makhluk yang mampu mengambil
jarak (distansi: sifat objektif) dan mengendalikan diri (moderasi: tentang
nafsu), selain itu juga mampu berhadapan dan menghadapi.
4. Manusia adalah makhluk yang mempunyai bahasa, simbol dan makna,
bukan hanya tanda saja (homo simololicum: Erns Casirrer)
5. Manusia menurut Toety Heraty, adalah makhluk fisiologishe fuhgeburt
(makhluk yang lahir terlalu dini, shingga membutuhkan orang lain).


Hal ini menurut kajian psikologi dan pendidikan ini justru menguntung-
kan, karena merupakan sebuah ladang yang subur yang berpotensi dan
siap untuk ditanamai apapun juga (Jhon Locke: Tabula Rasa).
6. Manusia menurut Mudji Sutrisno, adalah makhluk fectus, yang l ahir tak
bisa apa-apa.
7. Manusia adalah makhluk yang mengenal metafisika (Ens Metafisicum:
Aristoteles).
8. Manusia adalah makhluk yang tak mempunyai lingkungan hidup/tempat
tinggal yang khusus, seperti pada binatang atau tumbuh-tumbuhan yang
mempunyai lingkungan hidup/tempat tinggal yang khusus yang disebut
dengan habitat/habitus yang selalu terkait dengan ekosistem.
9. Manusia menurut J. P Sartre adalah makhluk yang mempunyai kebebas-
an bertindak dan untuk memilih (man is homo freedom of choice).













Ruang Lingkup Kajian Etika Politik
--------------------------------------------
BAB. I. NILAI
1. Pengertian Nilai
2. Eksistensi Nilai
3. Macam/Jenis Nilai
4. Hierarkis Nilai
5. Fungsi Nilai
BAB. II. NORMA
1. Pengertian Norma
2. Sifat, Fungsi dan Tujuan Norma
3. Macam-Macam Norma Dalam Masyarakat
BAB. III. MORAL/ETIKA
A. Pengertian Etika dan Moral
1. Etika dan Moral
2. Etika dan Etiket/Kode Etik
3. Etika dan Hukum
4. Etika dan Agama
5. Etika dan Budaya
6. Etika dan Masyarakat
7. Etika dan Lingkungan
B. Objek Etika
1. Objek Material
2. Objek Formal
C. Tujuan Pembelajaran Etika
D. Motivasi Prilaku Baik/Buruk/Jahat
E. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Prilaku Baik/Buruk/Jahat
F. Aliran-Aliran Etika
BAB. IV. ETIKA DAN PROFESI
A. Etika Profesi dan Profesional
1. Pengertian Etika Profesi dan Profesional
2. Kode Etik Profesi (Etika Profesi)
3. Prinsip-Prinsip Etika Profesi
B. Pekerjaan/Profesi
1. Kriteria Profesi
a. Spsesialisasi
b. Keahlian dan Ketrampilan
c. Konstan dan Kontinyu
d. Mengutamakan Pelayanan
e. Tanggung jawab dan Jujur
f. Organisasi Profesi/Ikatan Profesi
g. Selery/Honor yang Tinggi
2. Nilai Moral Profesi
BAB. V. ETIKA POLITIK

KEPUSTAKAAN:
1. Etika Profesi Hukum (Abdul Kadir Muhammad)
2. Business Etics (Erni. R. Ernawan)
3. Etika (Kees Bertens)
4. Sistematika Filsafat (Hasbullah Bakry)
5. Etika (Poedjawijatno)
6. Pendidikan Pancasila (Ed. Kaelan)

Mario Maurer

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

All About Me...

All About Me...
D'kill AbiZzz...

slide D'kill

Loading...

Apa anda suka dg Blog ini?

Pengikut cowoX_D'kill

The__MSG_hangman_D'kill__

Smile Photos Of D'kill

Smiley of D'kill